Observatorium_

Observatorium

Observatorium Geomagnetik Lombok


Observatorium Geomagnetik merupakan tempat dilakukannya pengamatan “medan magnet Bumi“ dalam jangka waktu lama dan secara terus-menerus.  Medan magnet bumi memiliki peran yang sangat besar dalam melindungi Bumi dari terpaan sinar-sinar kosmis, terutama radiasi angin matahari. Tanpa adanya kemagnetan, tidak mungkin Bumi sebagai tempat tinggal makhluk hidup, termasuk manusia.


Pengamatan geomagnetik akhir-akhir ini terutama diarahkan untuk memantau kekuatan medan magnet Bumi, yang dari waktu ke waktu menunjukkan gejala pelemahan dengan sangat cepat. Gejala ini dapat menjadi tanda-tanda yang mengarah pada terjadinya pembalikan kutub magnet Bumi. Berdasarkan catatan kemagnetan pada batuan, pembalikan kutub magnet Bumi terakhir kali terjadi pada lebih dari 800.000 tahun silam, hal mana semestinya terjadi setiap selang waktu 250.000 tahun.


Pengamatan geomagnetik di pulau Lombok sangat penting dilakukan mengingat letak geografis pulau Lombok yang sangat khas karena diapit oleh dua tinggian anomali geomagnetik yang berlawanan. Hasil-hasil pengukuran yang telah dilakukan oleh Tim Peneliti Universitas Mataram, menunjukkan adanya beberapa struktur dipolar ekstrim, yang dapat dikaitkan dengan kekhasan geologis pulau ini (berupa intrusi batuan beku, mineralisasi, dan potensi geothermal) maupun gejala tektonik regional (berupa patahan dan subduksi aktif yang dapat memicu terjadinya gempa tektonik di wilayah ini).

 


Konstruksi Observatorium Geomagnetik Lombok terdiri dari tiga bangunan utama:

1. Main Building

Merupakan gedung utama tempat diatur dan dimonitornya seluruh aktifitas pengukuran pada gedung-gedung lainnya.  Didalamnya terdapat perangkat transfer data secara mendekati waktu nyata (nearly real time) dengan menggunakan  Data logger MAGDALOG (buatan GFZ Potsdam, Germany).


2. Variation Room

Merupakan ruang tempat dilakukannya pengukuran variasi medan magnet bumi secara kontinyu (setiap setengah detik),  yang dilakukan dengan bantuan peralatan-peralatan

•Three-axial suspended fluxgate magnetometer FGE (buatan DMI Copenhagen, Denmark),  merupakan alat ukur variasi medan magnet dalam intensitas total maupun tiga arah vektor (Utara, Timur, dan vertikal).

•Overhauser proton magnetometer GSM90-F1 (buatan GEM Systems, Richmond Hill, Canada),  merupakan alat ukur untuk menetapkan nilai intensitas medan magnet total setempat.

     

•GPS clock Telecode (buatan Precitel Neuchatel, Switzerland),

merupakan alat penentu waktu secara otomatis, yang disinkronkan dengan waktu universal (UTC)  melalui bantuan satelit.


3. Absolute House

Merupakan ruang tempat dilakukannya pengukuran absolute secara periodik (setiap empat hari sekali),  yang dilakukan dengan bantuan peralatan-peralatan:

•DI-flux magnetometer, terdiri dari Non-magnetic Theodolite THEO 010B (buatan Carl Zeiss Jena)  dan Fluxgate magnetometer Model MAG01H (buatan Bartington,United Kingdom),  merupakan alat ukur Deklinasi dan Inklinasi untuk menentukan simpangan arah vektor geomagnetik  terhadap arah utara geografis dan terhadap bidang horizontal.

•Overhauser proton magnetometer GSM-19 (buatan GEM Systems, Richmond Hill, Canada),  merupakan alat ukur intensitas medan magnet absolute yang digunakan untuk menetapkan nilai  dasar intensitas medan magnet setempat.

 


Manfaat Observatorium Geomagnetik:

  • Mengamati besarnya medan magnet Bumi setempat serta perubahannya (dalam jangka waktu yang lama)  yang sangat diperlukan untuk mengantisipasi terjadinya pembalikan kutub magnetik Bumi.
  • Memberikan data deklinasi dan inklinasi setempat yang sangat diperlukan sebagai pedoman arah untuk navigasi pesawat udara dan kapal laut.
  • Memberikan prakiraan terjadinya badai magnetik yang sangat diperlukan untuk komunikasi radar dan satelit.
  • Memberikan data acuan untuk mereduksi data-data survey magnetik regional, yang dapat digunakan untuk pemetaan sumber daya alam (khususnya geothermal) dan mineral.

•Mitigasi bencana alam (khususnya gempa tektonik dan letusan vulkanik), dilakukan dengan cara mengolah data-data geomagnetik secara terintegrasi dengan data-data geofisika lain, khususnya data aktifitas seismik regional.


Rencana Pengembangan:

  • Dikembangkan sebagai Pusat Penelitian Geomagnetik, dimana beragam konferensi, workshop dan seminar internasional dapat diselenggarakan.
  • Obyek studi dan wisata pendidikan yang dapat dimanfaatkan masyarakat luas untuk lebih memahami fenomena-fenomena alam yang berkaitan dengan kemagnetan Bumi.
  • Pusat pelatihan tenaga survey dan pengolahan data-data geomagnetik, untuk optimalisasi eksplorasi sumber daya alam (khususnya geothermal) dan mineral. 
  • Pengembangan peralatan transmisi data geomagnetik secara mendekati waktu nyata (nearly real time), untuk keperluan mitigasi bencana alam, khususnya gempa tektonik regional wilayah Indonesia Timur.

Data dari Observatorium Geomagnetik Lombok akan ditransmisikan secara bersamaan dengan data dari stasiun pemantau geomagnetik di PP Nurul Bayan (Lombok Utara), dan akan diterima oleh receiver pada Pangkalan Data Geomagnetik di Jurusan Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram. Data-data ini selanjutnya diintegrasikan dengan data seismik dari stasiun vulkanologi di Desa Sembalun Lawang (Lombok Timur).



Lokasi: Desa Rembitan, Kec. Pujut,

Kabupaten Lombok Tengah


Sekretariat: Fakultas Teknik,

Universitas Mataram

Jl. Majapahit 62, Mataram,

Lombok – INDONESIA

Telp. : +62(0)370-636126

Fax.  : +62(0)370-636523


PIC: Dr. Teti Zubaidah

E-mail: tetizubaidah@te.ftunram.ac.id


Rekening Donasi:

BNI Cabang Syariah Mataram

No. 0273005858 a.n. Bulkis Kanata


Observatorium Geomagnetik Lombok (LOK) diresmikan pada tanggal 11 April 2014, merupakan kerjasama tripartite antara Universitas Mataram, the Deutsches GeoForschungsZentrum (GFZ) Potsdam-Germany dan Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Tengah.

Observatorium Geomagnetik Lombok diharapkan dapat menjadi observatorium berkelas internasional dan mewakili Asia Tenggara untuk bergabung dalam jaringan observasi geomagnetik real-time internasional (INTERMAGNET) pada tahun 2016.

Penandatangan MoU Observatorium Geomagnetik Lombok pada tanggal 3 Nopember 2010  antara Universitas Mataram, the Deutsches GeoForschungsZentrum (GFZ) Potsdam-Germany dan Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Tengah.

 


Peralatan FGE dan GSM 90-F1  dalam Variation Room

Pengukuran yang dilakukan pada Absolute House.

Para peneliti nasional dan internasional datang pada peresmian Observatorium Geomagnetik Lombok, 11 April 2014.

Didukung Oleh:


Center for Excellence in Science and Technology

"Geomagnetic"

University of Mataram

Copyright  EMTech 2015 © All Rights Reserved.         Last updated on 04.2019 by Uci